Refleksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Januari 2014, tepatnya pada tanggal 14 Januari 2014 bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Rabi-Al-Awwal 1435 H. Pada hari tersebut, Nabi junjungan kita Muhammad SAW dilahirkan, atau lebih dikenal dengan maulid Nabi Muhammad SAW. Walaupun kelahiran beliau terdapat pendapat ada yang berbeda-beda. Semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada beliau beserta keluarga dan sahabatnya. bahkan pada tanggal 14 Januari 2014 dalam kalender dijadikan hari libur nasional sebagai hari peringatan maulid Nabi Muhammad Saw.

Dalam hal peringatan ini, sebagian kelompok kaum muslimin kurang sepakat dengan adanya kegiatan ini mereka menyebutnya bid’ah. Namun sebagian juga ada yang tetap mengadakan / memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai cara untuk peringatan ini, di antaranya mendatangkan penceramah dari luar kota, ataupun kegiatan perlombaan islami, dan lain sebagainya.

Terlepas dari perdebatan antara boleh atau tidaknya memperingati maulid Nabi ini. Mestinya tanggal 12 Rabi-Al-Awwal dapat dijadikan momentum untuk dapat mengingatkan kembali ingatan kita agar mengambil teladan Rasulullah SAW. Semenjak kecil beliau sudah ditempa berbagai cobaan mulai dari wafat ayahnya semasa dikandungan, bahkan diusia yang begitu belia yang dikala itu perlu perhatian dan kasih sayang orangtua, ibunda tercinta kembali kehadirat Allah SWT. kemudian beliau diasuh oleh beberapa orang yang luar biasa yaitu kakek dan pamannya sehingga diusia remaja beliau memiliki karakter tangguh. lalu berbekal pengalaman ditempa bertubi-tubi cobaan tak membuat beliau menyerah bahkan karena kegigihannya ia mampu mengarungi persoalan yang ada di sekitarnya.

Persoalan yang dihadapi Rasulullah tentunya dapat kita jadikan pembelajaran bagaimana Rasulullah memberikan jalan keluar (solusi) atas permasalahan yang ia dihadapi. Dalam proses pembinaan terhadap generasi muda sudah selayaknya bagi orangtua, atau yang berkecimpung sebagai seorang pendidik, mestinya memberikan penyampaian kisah tentang sirah (perjalanan) Rasulullah agar mereka dapat mengetahuinya teladan yang pantas untuk dicontoh.

krisis keteladan generasi muda ini, ditambah lagi tontonan dimedia yang banyak menjerumuskan bahkan menjauhkan kawula muda dari tuntunan syariat. budaya kumpul-kumpul dicafe yang tak jelas, nongkrong di tepi jalan, bahkan membentuk kelompok-kelompok yang meresahkan masyarakat di sekelilingnya. belum lagi fenomena berbusana muslimah, memang tampak sudah menutup, tapi masih ketat itu sama saja. jika mau disebutkan di sini rasanya terlalu banyak.

Sangat disayangkan bilamana generasi muda tidak diberikan pemahaman siapa yang patut diteladani. jika luput dari pengarahan/pembinaan atau cuek terhadap generasi muda akibatnya ketika mereka mengalami permasalahan bingung cari solusinya kemana istilah trend sekarang GALAU lalu diekspresikan melalui tindak tanduk melanggar hukum syariat.

Akankah hal ini terus terjadi? Tentu kita semua tidak mau generasi muda buta akan agamanya bahkan diobok-obok. Oleh karena itu, peran orangtua di rumah atau guru di sekolah dan siapa saja yang memilik kepedulian kepada generasi muda mampu memberikan penjelasan yang detail akan pentingnya memahami agama secara utuh. Agar terhindar dari perilaku menyimpang.

masih ada waktu , tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan.

Mudahan-mudahan dengan mengenalkan generasi muda tentang sirah Nabi Muhammad SAW generasi muda memiliki idola dunia akhirat serta bersemangat menunaikkan ajaran-ajaran agama dengan baik dan benar, Aamiin..

sesungguhnya Rasulullah di utus untuk memperbaiki akhlak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s